BMKG ? Badan Negara yang Sedang Trending

BMKG – Belakangan ini BMKG menjadi Badan Negara yang trending di media. Trending-up Badan ini berkaitan dengan wacana gempa berpotensi yang diprediksi akan berdampak pada wilayah pesisir lau selatan pulau Jawa, khususnya beberapa wilayah di provinsi Jawa Timur. Kali ini coba kita ulas sedikit mengenai tugas dang fungsi BMKG ini sebagai tambahan pengetahuan kita seputar BMKG secara Kelembagaan.

Apakah BMKG itu ?

BMKG adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Tugas badan ini adalah mengamati, mengolah, menganalisa, menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan Meteorologi (cuaca), Klimatologi (iklim), dan Geofisika (Gempa bumi dan Tsunami). BMKG memiliki Balai Besar yang terbagi di 5 Wilayah (I-V) serta stasiun Meteorologi, Stasiun Geofisika, dan Stasiun Klimatologi sejumlah 180 unit stasiun. Salah satunya adalah Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan.

http://stageof.tretes.bmkg.go.id/#prettyPhoto/1/

Apa Saja Tugas Stasiun Geofisika ?

Dikutip dari situs resmi BMKG Stasiun Geofisika Kelas II Pasuruan bahwa uraian Tugas Stasiun Geofisika adalah sebagai berikut :

Pengamatan:

  1. melaksanakan pengamatan gempabumi 24 (dua puluh empat) jam/7 (tujuh) hari di ruang operasional menggunakan jaringan gempabumi di wilayahnya yang terdiri dari : seismograf, accelerograf, dan intensitimeter.
  2. melaksanakan pengamatan tingkat guncangan (makroseismik dan/atau mikroseismik), gempa susulan untuk gempabumi signifikan/gempabumi kuat.
  3. melaksanakan pengamatan gempabumi mikro/insitu dengan peralatan portable untuk gempabumi merusak.
  4. melaksanakan pengamatan kelistrikan udara dengan menggunakan lightning detector.
  5. melaksanakan pengamatan sistem waktu dengan menggunakan teropong bintang/rukyat.
  6. melaksanakan pengamatan gerhana bulan dan matahari.
  7. melaksanakan koordinasi pengamatan dengan bidang-bidang terkait di Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pusat tentang status operasional unsur-unsur geofisika yang menjadi tanggung jawabnya.

– Pengelolaan Data:

  1. melaksanakan pengolahan data gempabumi.
  2. melaksanakan pengolahan data accelerograf untuk mendapatkan percepatan tanah gempabumi kuat.
  3. melaksanakan pengolahan data intensitimeter untuk mendapatkan intensitas gempabumi kuat.
  4. melaksanakan pengolahan data listrik udara di wilayahnya.

– Analisis Data:

  1. melaksanakan analisis dan kendali mutu untuk gempabumi dengan magnitudo <5 Skala Reichter di wilayahnya, berkoordinasi dengan Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
  2. melaksanakan analisis gempabumi signifikan, berkoordinasi dengan Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
  3. melaksanakan analisis gempabumi susulan terkait dengan kejadian gempabumi signifikan di wilayahnya.
  4. melaksanakan analisis percepatan tanah di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
  5. melaksanakan updating/pemutahiran data hasil analisis gempabumi dengan magnitudo <5 Skala Reichter, di wilayahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *