Sambut Tahun Baru Islam 1443 H, Presiden RI: Perkuat Ukhuwah Hadapi Pandemi

Kondisi pandemi Covid-19 yang berakibat pada upaya-upaya penyesuaian dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dalam peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram 1443 Hijriah yang bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, Agustus 2021 saat ini. Dalam siaran sekretariat Presiden, Ir. H. Joko Widodo mengatakan bahwa hal tersebut merupakan bagian penting dari dari usaha kita bersama demi perubahan yang lebih baik dan untuk kepentingan bersama seluruh rakyat Indonesia.

Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW. telah memberikan teladan mulia bagi kita, “Kesadaran untuk menjadi lebih baik, kesadaran untuk rela berkorban demi hal-hal yang lebih besar, kesadaran untuk membangun budaya hidup baru yang lebih bermanfaat dan produktif.”

Ir. H. Joko Widodo berharap agar momentum tahun baru Islam kali ini dapat dijadikan semangat usaha-usaha baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jokowi menegaskan “Proklamasi 17 Agustus 76 tahun yang lalu merupakan wujud hijrah kita melepaskan diri dari kolonialisme untuk menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melipatgandakan ikhtiar lahiriah dan batiniah dalam melawan pandemi.”

Menurut Kepala Negara, masa pandemi juga memberikan pelajaran berharga untuk direnungkan. Banyak pelajaran yang dapat diambil dari perjuangan Nabi Muhammad saw. semasa hijrah dari Makkah ke Madinah yang telah membuat Islam berkembang pesat, menyebar luas, dan menjadi kekuatan yang disegani di jazirah Arab. Untuk mencapainya, dibutuhkan pengorbanan untuk meninggalkan hal-hal yang menghambat kemajuan, serta kebersamaan, keberanian, dan solidaritas untuk mengatasi ancaman.

“Perbedaan latar belakang sosial dan budaya justru menjadi kekuatan. Persaudaraan kaum muhajirin dan ansar dalam menyukseskan perjuangan dakwah nabi merupakan uswah, merupakan contoh,” sambungnya. Presiden menuturkan bahwa kepatuhan umat Islam dalam mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan membatasi mobilitas menjadi semangat hijrah dalam perilaku keseharian kita saat ini.

Sebagai Kepala Negara, Jokowi mengajak seluruh umat Islam di tanah air untuk terus meneguhkan ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah, dan ukhuwah basyariah. Presiden Jokowi juga meminta masyarakat untuk terus meningkatkan sikap moderasi beragama, toleransi, inklusivitas, dan _ta’awun_ atau tolong menolong antar sesama umat muslim. “Sebarkan nilai-nilai rahmatan lil alamin, teladani akhlak nabi dengan menebar kebersamaan dan toleransi serta menghindari syiar-syi’ar kebencian,” ungkapnya.

Presiden RI juga mengucapkan terima kasih kepada para masyayikh, para ulama, para kyai, dan para habaib, serta seluruh tokoh pimpinan umat agama lain yang turut membantu dan bekerja sama dengan pemerintah selama ini, yang selalu dan terus memanjatkan doa dan melakukan ikhtiar batiniah untuk keselamatan bangsa dan negara tercinta. “Mari kita masuki tahun baru dengan penuh harapan, dengan doa, dan keyakinan. Semoga Allah SWT. senantiasa memberkahi dan melindungi bangsa Indonesia, segera dibebaskan dari berbagai wabah dan mara bahaya,” pungkasnya.

Komentar

One thought on “Sambut Tahun Baru Islam 1443 H, Presiden RI: Perkuat Ukhuwah Hadapi Pandemi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *