Pemerintah Serap Anggaran Rp 541,7 Triliun Untuk Pendidikan Tahun 2022

Sinergitas tiga kementrian di era kabinet Presiden Jokowi antara lain Kemeneu, Kemendikbudristek dan Kemenag ini menjadi sorotan dalam alokasi dana pendidikan di Indoenesia, tepat 6 hari yang lalu di Jakarta melalui konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022.

“Pemerintah mengalokasikan Anggaran pendidikan mencapai Rp 541,7 triliun, ini relatif stabil dibanding tahun ini Rp 540 triliun, dari yang dianggarkan Rp 550 triliun,” pungkasan Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RUU APBN 2022 di Jakarta, Senin (16/8/2021).

Wanita yang akrab di telingga warga Indonesia sebagai Bendahara Negara ini mengungkap, anggaran pendidikan memang meningkat cukup signifikan bila dibanding dengan situasi pra Covid-19. Sebagian anggaran ini disalurkan melalui dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

Anggaran pendidikan sebagian disalurkan melalui TKDD dan maka itu kualitas belanja pendidikan akan sangat tergantung pada kualitas belanja daerah. Sri Mulyani telah memerinci, anggaran pendidikan ini digunakan untuk bidikmisi/KIP Kuliah, Program Indonesia Pintar, beasiswa LPDP, dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Bantuan untuk Bidikmisi maupun KIP Kuliah akan menyisir 650.600 mahasiswa, Program Indonesia Pintar menyisir 20,2 juta siswa, beasiswa LPDP kepada 8.600 mahasiswa baru, dan bantuan BOS kepada 53,99 juta jiwa.

Selain melalui TKDD anggaran tersebut di beberapa kementerian juga dipersiapkan, bukan berarti ada anggaran lain melainkan yang di perinci dari 541.7 triliun sudah include dalam kementrian lain, seperti Kementerian Agama dan Kemendikbudristek. “paparnya Sri Mulyani.

Dari sisi belanja pusat, termasuk Kementerian Agama untuk biaya operasi pendidikan baik pesantren maupun lembaga, dan bantuan operasional sekolah utk 53,9 juta siswa. Di Kemendikbud ada Bidikmisi dan Program Indonesia Pintar,” pungkas Sri Mulyani.

Hal ini Presiden Jokowi memberikan statement “Pembangunan SDM tetap menjadi agenda prioritas kita. Indonesia harus bisa memanfaatkan bonus demografi dan siap menghadapi disrupsi teknologi,” katanya pada Pidato Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 melalui Youtube Sekretariat Presiden, Senin (16/8/2021).

Dari semua ini kita sebagai insan akademisi dari sisi SDM yang produktif, inovatif dan berdaya saing global, ini harus segera dirawat demi menjadi bangsa yang unggul dalam Pendidikan, reformasi ini jangan sampai ada lagi ketimpangan dalam hal pendidikan. (MBS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *