Wisuda Universitas Yudharta Pasuruan 2021, Pesan Rektor: Siapa yang Melayani, Dijamin Sukses

Sejumalh 494 wisudawan/wisudawati Universitas Yudharta Pasuruan telah dikukuhkan pada 07/11/2021 di Aula Pancasila. Agenda sakral ini diselenggarakan secara offline yang hanya diikuti oleh wisudawan/wisudawati dengan mengikuti protokol kesehatan. Meskipun tanpa dihadiri wali wisudawan/wisudawati masing-masing, acara wisuda berlangsung dengan khidmat.

Dalam pidatonya di hadapan wisudawan, Dr. H. Kholid Murtadlo, SE., ME (Gus Kholid), Rektor Universitas Yudharta Pasuruan mengeksplorasi prestasi-prestasi akademik dan non akademik institusi selama satu tahun periode terakhir, dimana Universitas yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Ngalah itu pada tahun 2020, menempati urutan ranking ke 252 dari 2.694 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. “Kita patut berbangga bahwa kampus kita ini telah berada di 300 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Saya bersama para sivitas akademika berkomitmen untuk terus mengukir prestasi-prestasi di waktu yang akan datang secara berkelanjutan”, jelasnya di hadapan para wisudawan dan tamu undangan.

Gus Kholid juga menuturkan bahwa “sebagai wujud komitmen kami bersama sivitas akademika terhadap mutu pengelolaan pendidikan tinggi adalah tersertifikasinya Universitas Yudharta Pasuruan oleh KAN dengan International Standar Organization (ISO) 21001:2018 tahun ini (2021). Dimana salah satu yang menjadi prioritas Universitas Yudharta Pasuruan adalah peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan (quality of contineous service improvement)”.

Di akhir pidatonya, Gus Kholid memberikan apresiasi kebanggaan kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan studinya dengan baik, dan berpesan kepada para wisudawan bahwa “siapa yang melayani, maka dia akan dilayani – dan siapa yang melayani, maka dia akan sukses”. Pesan ini diambil dari kisah Imam Nawawi, Rohimahullahu Ta’ala, menceritakan tentang suatu peristiwa yang dialami oleh Syekh Sholeh. Dimana suatu ketika Syekh Sholeh pernah bergumam dalam hati ketika bersama dengan gurunya, yakni Syekh Abdul Ghoni. Di dalam hati Syekh Sholeh berkata “saya ingin tahu, bagaimana dan dari apa Syekh Abdul Ghoni ini mendapatkan kemulyaan dari Allah SWT ?.” Seketika itu juga, Syekh Abdul Ghoni menoleh kepada Syekh Sholeh dan berkata “Man Khodama Khudima…3x, yang artinya siapa yang melayani, dia akan dilayani.” Senada dengan itu, terdapat maqola yang bunyinya “Man Khodam, Qodam, artinya siapa yang melayani, dijami sukses.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *